Bulan: Juni 2015

Mempersiapkan Diri Menjadi Pribadi Yang Teruji


succes storyRasanya baru kemarin kita bersama-sama mengawali hari untuk memahami dan mengkaji kalam-kalam Ilahi. Membuka halaman pertama buku catatan kita, untuk sekedar ngasih nama atau membubuhkan sedikit kata motivasi untuk bekal perjalanan belajar kita nanti. Hmm… waktu berjalan begitu cepat, hari berganti hari, bulan berganti bulan sampai akhirnya perpisahan pun menyapa, “Selamat datang nak… kita jumpa lagi“, meskipun kalimat itu yang selalu diucapkannya, saya seringkali dibuatnya bertanya ketika melihat raut muka yang selalu berbeda dari sebelumnya. Agh,, mungkin itu hanya perasaan saya saja.

Bagaimana pun keadaan kita, siap atau tidak, waktu akan tetap berjalan meninggalkan kita dan menyisakan berbagai kenangan. Baik atau pun buruk kenangan yang ada, tergantung bagaimana kita menanggapinya, toh kita sendiri yang telah melukiskannya.

Sudahlah, bukan kenangan-kenangan itu yang sekarang pengen saya tuliskan. Ada banyak ruang yang telah saya siapkan untuk menampung semua kenangan yang telah saya ciptakan, dan semuanya tertata dengan begitu indah. Ada saat-saat tertentu dimana saya akan kembali terpesona dengan berbagai kenangan yang pernah ada.

Ah, jadi kemana-mana kan.. come back aja dah ke rencana…

Mmm,, langsung ke topic aja ya, biar nggak kelamaan. Sebenarnya saya agak males juga coment-coment atau apalah tentang isu-isu yang sedang hangat dibicarakan dan diberitakan, toh itu bukan menjadi keharusan kan??. Tapi mau gimana lagi, zamannya sudah begini.

Aduuu….uuh,, nggak jadi mulai kan kalo gnie terus??. No coment lah tentang suara kaset di masjid atau apalah yang sedang ramai menjadi sorotan. Mending persiapan menatap cerahnya hari baru dan ngumpulin bekal untuk menapaki tangga waktu sebelum ajal menjemput, dan itu yang lebih penting, menurut saya sih… he he :-)

Mmmm… Saya hanya pengen mengingatkan bahwa kita telah berada di hari-hari akhir bulan Sya’ban, itu artinya Ramadhan akan segera datang menjelang, nggak kerasa kan??. Beruntunglah orang-orang yang telah mempersiapkan diri menyambutnya, karena dengan persiapan yang matang tentu hasilnya akan jauh lebih menyenangkan.

Bicara tentang persiapan, apa yang mesti kita persiapkan untuk menyambut Ramadhan???, Di sini saya sangat ingin menunaikan titah saya sebagai seorang hamba yang telah diamanahi sedikit pengetahuan tentang agama., bahwa kita diwajibkan untuk saling mengingatkan satu dengan yang lainnya. Nah, berikut ini persiapan-persiapan yang mesti kita perhatikan agar kualitas ibadah puasa kita nanti benar-benar bernilai tinggi :

  1. Persiapan Ruhaniyyah

Saya teringat satu kalimat yang pernah saya tuliskan dalam salah satu profil saya di buku kenangan, “pengalaman merupakan spion dalam perjalanan hidup manusia”. Maka dari itu, ketika dihadapkan pada suatu persimpangan atau hendak menyeberang tolonglah sesekali tengok spionmu. Tengoklah, hari yang telah berlalu, dua hari yang lalu atau minggu lalu, atau bulan lalu atau tahun yang lalu, apakah ada peningkatan yang berarti pada ilmu, amal dan prestasi kita?

Sebaik apapun perilaku dzahir, jika yang ada dalam hati kita adalah keburukan, tidak akan pernah dapat kita petik buahnya kelak di akhirat. Maka dari itu bersihkan dulu hati ini dari segala iri, dengki dan semua sifat yang tidak terpuji. Kita mulai dengan memaafkan kesalahan diri, jangan terlalu larut dalam kesalahan-kesalahan masa lalu, kita mesti bangkit untuk memulai hidup yang baru. Jangan lupa untuk tetap berdo’a dan berserah diri pada sang pencipta, karena hanya dengan pertolongannya kita mampu berdiri sampai hari ini. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah mengajarkan kepada kita tentang sebuah do’a yang acap kali beliau baca menjelang Ramadhan, yaitu:

اللّهُمّ بَارِكْ لَناَ في رَجَبَ وشَعْباَنَ وبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan usia kami pada Ramadhan”.

So, persiapkan diri mulai dari sekarang untuk tidak melakukan atau minimal mengurangi kebiasaan maksiat dengan cara menjaga pandangan, pendengaran dan lisan dari hal-hal yang dilarang. Semoga dengan kebiasaan untuk menahan diri di bulan Sya’ban, akan memudahkan kita menahan diri di bulan Ramadhan sehingga puasanya jadi sempurna dan memiliki nilai yang belipat ganda.

  1. Persiapan Jasmaniyyah

Ramadhan adalah bulan dimana ketika kita melakukan kebaikan maka nilai kebaikan itu akan dilipat gandakan, bulan dimana ibadah sunnah menempati takaran pahala wajib dan pahala ibadah wajib berlipat-lipat. Sangat disayangkan ketika bulan Ramadhan tiba sementara kita dalam kondisi tidak fit, maka kita tidak bisa memaksimalkan kesempatan untuk mendapatkan pahala yang berlipat. Persiapan fisik bisa dilakukan dengan cara apapun, saya sarankan yang nyaman-nyaman saja, yang penting dilakukan secara rutin. serta sudah membiasakan diri dengan shaum sunnah.

  1. Persiapan Tsaqafiyah

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُناَ فَهُوَ رَدٌّ

Barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang yang tidak ada daripadanya urusan (agama/contoh) kami, maka ibadah tersebut tertolak” (HR. Muslim).

Memahami tata cara ibadah yang benar, membawa kita meraih pahala, karena apabila suatu aktifitas ibadah tidak ditunjang dengan pengetahuan yang baik, maka ibadahnya akan tertolak atau tidak mendapatkan pahala sama sekali. Persiapan ilmu ini bisa didapat dengan cara membaca atau menghadiri majelis ta’lim yang membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan Ramadhan.

  1. Persiapan Maaliyah

Persiapan harta yang dimaksud bukanlah persiapan harta untuk buka puasa, tetapi adalah untuk sedekah, karena sedekah di bulan Ramadhan akan mendapat ganjaran yang berlipat-lipat. Maka dari itu mulailah menabung dari sekarang untuk Ramadhan, tapi bukan berarti tidak ada sedekah untuk sekarang… Sedekah tetap jalan kalau kita ada kecukupan, bukankah demikian?.

Semoga ibadah Ramadhan tahun ini lebih baik dengan persiapan yang lebih matang. Amiin

Iklan