Tulisan Dan Komentar Kita Merupakan Proyeksi Diri Kita Yang Sebenarnya

Wajah-wajah”Hati-hati dengan ucapanmu, karena ia bisa membunuhmu !!! ”

Kalau kita membaca berbagai tulisan di media sosial seperti facebook, twitter, line, bbm dan sosial media yang lainnya, bisa kita telusuri tinjauan psikologis dari para penulis. Kemudian sasaran dan maksud apa yang sedang si penulis lakukan dalam tema dan isi tulisannya. Termasuk dalam berkomentar terhadap suatu tulisan atau mengomentari teman yang berkomentar. Oleh sebab itu gaya tulisan, gaya bahasa serta cara pengungkapan maupun cara kita mengomentari sebuah tulisan atau komentar orang lain akan bisa mengungkap kualifikasi karakter apa dan siapa kita sebenarnya.

Kita tidak bisa mengatakan bahwa yang bisa memahami isi hati dan pikiran manusia cuma Tuhan. Tidak juga, bagaimana dengan suami dan istri kita, anak-anak kita, teman karib kita yang juga mengetahui isi hati dan pikiran kita..???. Kalau Tuhan tentulah sangat mengetahui sedalam apa yang ada di hati dan pikiran kita. Jika begitu, seorang guru spiritual juga seorang psikolog tidak akan bisa mengevaluasi dan memberikan solusi permasalahan kita jika sang guru ataupun sang psikolog tidak mengetahui isi hati dan pikiran kita.

Makanya sebuah tulisan-status dan komentar di dunia maya akan memberikan gambaran proyeksi diri kita yang sebenarnya, yang bisa transparan dilihat oleh banyak orang (kliker).

Pastilah kita pernah membaca sebuah tulisan yang membuat kita menangis sejadinya, atau membuat kita tertawa terbahak-bahak. Itu menandakan bahwa kita bisa membaca dan merasakan suasana melalui mata batin kita secara tidak sadar maupun sadar, makna yang tersirat dan tersurat dalam tulisan tersebut. Bagaimanapun juga suasana hati penulis yang berbaur dengan pikiran sang penulis dapat kita rasakan dalam tulisan yang kita baca.

Keahlian, kekayaan, kecantikan, ketampanan serta kecerdasan yang kita miliki hanya sebagai bagian nilai tambah diri kita, dan semua itu tidak akan mampu menutupi moral atau akhlak kita, jika pendidikan dalam rumah tangga orang tua kita sampai selanjutnya kita berumah tangga tidak dibina dan dibudaya dengan baik.

Begitu juga dengan keimanan kita, kalau kita belum paham akan makna ajarannya maka kita akan menjadi pelaksana perilaku kontra nilai yang baik dalam masyarakat kita.

Facebook serta media sosial lainnya bisa kita katakan sebagai wujud wadah MASYARAKAT ON-LINE yang di dalamnya berhimpun berbagai kualifikasi indifidu beserta karakternya masing-masing, makanya kita akan melihat tontonan maya yang lucu, yang indah, yang konyol, yang ngebanyol pada berbagai laman tulisan – sesuai dengan karakternya masing-masing di kehidupan yang sebenarnya.

Salam…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s