Mengenal Blora Lebih Dekat

Ingin mengenal Blora lebih dekat?,

Secara khusus saya akan menginformasikan segala potensi kabupaten Blora yang sangat menarik untuk diketahui. Setidaknya, informasi tentang kabupaten Blora ini dapat anda jadikan sebagai bahan pertimbangan, bila anda akan melakukan perjalanan ke Blora.

gambar peta kabupaten bloraSecara administrasi Kabupaten Blora terletak di ujung paling timur Provinsi Jawa Tengah bersama Kabupaten Rembang. Luas wilayahnya adalah 182.058, 797 Ha. Batas administrasi Kabupaten Blora sebelah Utara, berbatasan dengan Kabupaten Rembang dan Kabupaten Pati, sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro, sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Ngawi dan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Grobogan. Wilayah ini terbagi atas 16 Kecamatan, 271 Desa, dan 24 Kelurahan.

Wilayah Kabupaten Blora terdiri atas dataran rendah dan perbukitan dengan ketinggian 20-280 meter dpl. Bagian utara merupakan kawasan perbukitan, bagian dari rangkaian Pegunungan Kapur Utara. Bagian selatan juga berupa perbukitan kapur yang merupakan bagian dari Pegunungan Kendeng, yang membentang dari timur Semarang hingga Lamongan (Jawa Timur). Ibukota kabupaten Blora sendiri terletak di cekungan Pegunungan Kapur Utara.

Separuh dari wilayah Kabupaten Blora merupakan kawasan hutan, terutama di bagian utara, timur, dan selatan. Dataran rendah di bagian tengah umumnya merupakan areal sawah. Sebagian besar wilayah Kabupaten Blora merupakan daerah krisis air (baik untuk air minum maupun untuk irigasi) pada musim kemarau, terutama di daerah pegunungan kapur. Sementara pada musim penghujan, rawan banjir longsor di sejumlah kawasan.

Blora dilalui jalan provinsi yang menghubungkan Kota Semarang dengan Surabaya lewat Purwodadi. Jalur ini kurang begitu ramai jika dibandingkan dengan jalur Semarang-Surabaya lewat Rembang, karena kondisi jalannya yang kalah lebar. Blora juga dapat dicapai dengan menempuh jalur Semarang-Kudus-Rembang-Blora. Jalur kereta api melewati wilayah Kabupaten Blora, namun tidak melintasi ibukota kabupaten ini. Jalur tersebut melintas di bagian selatan. Stasiun kereta api Cepu merupakan yang terbesar, di mana berhenti kereta api jurusan Surabaya-Jakarta (KA Sembrani), Surabaya-Semarang (KA Rajawali), serta kereta api lokal Semarang-Bojonegoro (KRD). Blora memiliki juga alat transportasi lainnya seperti dokar, cikar, becak, dan sebagainya.

Potensi alam yang cukup terkenal di wilayah ini, yakni potensi minyak bumi terutama di daerah Cepu. Kabupaten Blora yang terbagi menjadi 16 kecamatan yang terdiri 271 desa dan 24 kelurahan, juga memiliki sejumlah potensi galian tambang seperti, pasir kuarsa, batu pasir, gypsum dan batu bara. Blora juga dikenal sebagai daerah penghasil kayu jati, karena hampir separoh wilayahnya merupakan hutan jati. Potensi kayu jati yang cukup melimpah itu, mendorong tumbuh suburnya berbagai kerajinan yang memanfaatkan kayu jati sebagai bahan baku utama, seperti handycraft, seni ukir, kaligrafi, dan mebel kayu bonggol jati. Bahkan, ada wilayah yang menjadi sentra kerajinan yang memanfaatkan bonggol pohon kayu jati yang dianggap tidak bermanfaat oleh pihak Perhutani.

Blora juga memiliki sejarah melahirkan sejumlah tokoh penting di bidang sastra, seperti Pramoedya Ananta Toer, selain juga memiliki potensi wisata alam, adat budaya, geologi, serta aneka ragam kesenian tradisional yang memiliki keunikan atau daya tarik tersendiri. Bahkan, daerah ini juga terkenal dengan adanya orang-orang samin yang merupakan keturunan, kerabat maupun rakyat dari seorang pejuang bernama Samin Surosentiko yang lahir pada 1859, di Desa Ploso Kedhiren, Randublatung, Kabupaten Blora. Saat masih kecil bernama Raden Kohar yang merupakan seorang Pangeran atau Bangsawan yang menyamar di kalangan rakyat pedesaan dan ingin menghimpun kekuatan dari rakyat bawah guna melawan Pemerintah Kolonial Belanda.

lambang_bloraKabupaten Blora mempunyai motto pembangunan “MUSTIKA”, yakni Maju, Unggul, Sehat, Tertib, Indah, Kontinyu, dan Aman serta memiliki etos kerja “BLORA”, yakni Berani, Loyal, dan Rasional. Meskipun memiliki keunggulan dalam hal produksi kayu jati maupun wilayah penghasil minyak, akan tetapi bangunan rumah penduduknya masih kalah dibanding kabupaten lain. Hadirnya pabrik gula baru yang ada di Kecamatan Todanan, diharapkan bisa mengangkat tingkat kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blora, terutama masyarakat sekitar yang mayoritas memanfaatkan lahan pertanian sebagai salah satu sumber penghidupan. Kehadiran pabrik gula, tentunya mendorong para petani setempat untuk menanam tanaman tebu, menyusul hasilnya bisa dijual kepada pabrik terdekat. Selain itu, keberadaan pabrik tersebut juga diprediksi bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitar, selain adanya penyerapan tenaga kerja baru. Pembangunan pabrik gula di Blora juga bisa mendukung terealisasinya program Jateng swasembada gula pada 2014 seperti yang dicanangkan Pemerintah Pusat.

Sebagai salah satu daerah lumbung padi di Jateng, tentunya kemajuan Blora masih bisa ditingkatkan lewat pola bercocok tanam yang lebih modern dalam menghasilkan padi yang berkualitas dan produktifitas yang semakin meningkat, meskipun persoalan air untuk irigasi pertanian masih menjadi kendala. Potensi lain di bidang pertanian yang dimiliki kota ini, juga tak kalah dengan daerah lain, seperti komoditas tanaman pangan yang potensial dikembangkan menjadi sebuah usaha agribisnis unggulan di Kabupaten Blora adalah komoditas jagung.

Potensi Blora di bidang pariwisata juga cukup menarik untuk dikunjungi, karena beberapa objek wisata yang ada memiliki nilai sejarah cukup tinggi, seperti Makam Srikandi Aceh, Poucut Meurah Intan, Abdul Kohar yang merupakan penyebar agama Islam di wilayah Blora yang juga masih saudara kandung Abdullah Muttamaqin (Pati), Sunan Pojok, serta Maling Gentiri yang dijuluki sebagai ratu adil. Selain itu, masih ada makam Jati Kusumo dan Jati Swara yang merupakan dua bersaudara putra dari Sultan Pajang yang suka mengembara dan menyebarkan Agama Islam. Dari kedua tokoh tersebut, Blora memiliki wayang krucil yang terbuat dari kayu dengan usia yang mencapai ratusan tahun yang lalu. Hingga kini, wayang krucil peninggalan Kusumo dan Jati Swara masih tersimpan di rumah salah satu tokoh setempat. Sejumlah objek wisata bersejarah lainnya juga masih bisa ditemukan di Blora, seperti makam khusus Bupati Blora maupun objek wisata alam untuk refresing keluarga.

Demikian sekilas informasi yang dapat saya sajikan untuk anda yang membutuhkan referensi bila ingin mengenal blora lebih dekat. Semoga Bermanfaat…!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s