MANFAATKAH ILMU KITA…???

Ibnu Atho’illah As-sakandary dalam kitab Al Hikamnya berkata,

خير العلم ما كانت الخشية معه

”Sebaik-baik ilmu adalah ilmu yang bisa mendatangkan ketakutan kepada Allah bersamanya”.

Ilmu yang baik bukanlah ilmu yang banyak dan berapa jilid kitab yang telah dipelajarinya, namun tolok ukur dari suatu ilmu dikatakan BAIK dan MANFAAT yaitu apabila ilmu tersebut bisa mendatangkan rasa takut kepada Allah. Takut dalam arti tidak berani meninggalkan yang diperintahkan dan menjalankan apa yang dilarang.

Oleh sebab itu Allah Azza Wajalla mendeskripsikan bahwa yang dinamakan Ulama adalah orang-orang yang takut kepada Allah, Dia berfirman,

إنما يحشى الله من عباده العلماء

Ilmu yang dimiliki oleh seseorang hendaknya membuat ia semakin dekat kepada Allah dengan rajin menjalankan perintahnya dan sekuat tenaga menjauhi laranganNya karena dilandasi takut akan murka Allah subhanahu wata’ala.

Sayyidina Ali radhiyallahu anhu pernah berkata bahwa yang disebut orang alim bukanlah orang yang banyak ilmunya, akan tetapi yang disebut orang alim adalah orang yang dapat mengamalkan ilmunya. Mencari ilmu itu berat dan susah, akan tetapi mengamalkannya jauh lebih susah.

Oleh sebab itu agar ilmu yang kita miliki tersebut membawa imbas terhadap rasa khosyah kita kepada Allah, maka sangat perlu diperhatikan dari mana kita memperoleh ilmu tersebut. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

العلم من الدّين، فانظروا من أين تأخذون دينكم

”Ilmu merupakan bagian dari agama, sebab itu.. lihatlah darimana kalian mengambil agama kalian”.

Guru yang alim dan adil memiliki peranan penting dalam membimbing ruhani kita, sebab salah dalam mengambil guru itu sama halnya salah tujuan yang berakibat salahnya aqidah dan pola pikir kita. Jangan sampai ilmu yang kita miliki hanya “menthok” pada dinding-dinding perpustakaan atau pada jilid-jilid buku dan kitab karena tidak bersambung hingga Nabiyyuna Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Mendalami ilmu dari buku ataupun kitab tidaklah tercela hanya saja ketika menemukan sejumlah musykilah hendaklah bertanya kepada ahlinya,

فاسئلوآ أهل الذّكر إن كنتم لا تعلمون ..

” maka bertanyalah kalian kepada orang yang mengerti,  jika kalian tidak mengerti”.

Semoga apa yang telah kita usahakan dalam rangka pemenuhan kelayakan diri untuk menjadi pribadi yang mumpuni dalam penghambaan kepada ilahi diridhoi. Amien, Wallahua’lam…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s