HARAKATUL ISLAM DI TENGAH GERUSAN MODERNITAS

cropped-sikil-mu.jpg

 KILAS BALIK penghayatan makna iman (tauhid)

“Hati manusia tak ubahnya setir sebuah kendaraan. Jika di belokkan ke arah kanan maka belok ke kanan dan jika di belokkan ke kiri maka belok ke kiri. Kendaraan akan berbelok jika setir bergerak. Pergerakan mobil dan setir tergantung, dari keahlian sopirnya. Sopir yang baik mampu menjalankan mobil dengan baik. Kualitas sopir pun sangat variatif. Jika hati bagaikan setir, maka iman adalah satu-satunya penggerak yang paling menentukan perjalanan kehidupan seseorang layaknya sopir sebuah kendaraan. Tubuh ini bagaikan mobil, hati bagaikan setir, dan penentu geraknya (baca: sopirnya) adalah keutuhan iman.. Sopir yang tidak ahli akan membahayakan penumpang dan mobilnya sendiri. Begitu juga iman yang rapuh mudah terombang-ambing hingga dapat mem-bahayakan keselamatan anggota badan dari petaka dunia dan akhirat”.

 

Pada dasarnya setiap manusia memiliki status yang sama di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena mizan yang menjadi tolak ukur adalah aturan hidup positif dari-Nya yang_berupa al-Qur’an. Kadar seseorang dikatakan baik ataukah lebih baik adalah, “apabila seseorang sudah sesuai dengan aturan Allah dhahiran wa bathinan.”

Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda, “Manusia yang paling baik adalah mereka yang paling bermanfaat bagi sesamanya.”([1]) Dalam hal lain, Rasul juga bersabda, “ketika kamu menyembelih hewan, maka sembelihlah dengan baik.([2])

Dari prinsip di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa semuanya mempunyai hak pada diri kita, dan hak-hak mereka harus dipenuhi semua tanpa kepincangan sama sekali. Allah, menusia, jin, hewan, tumbuh-tumbuhan, benda mati atau bahkan diri kita sendiri semuanya mempunyai tuntutan agar kita berbuat baik untuk memenuhi hak-hak mereka kepada diri kita.

Berbuat baik memang tidaklah mudah. Untuk melakukannya pun membutuhkan perjuangan yang ekstra. Terkadang harus mengorbankan waktu, tenaga, materi, dan lain sebagainya. Berbuat baik kepada orang baik saja sulit, apalagi berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk kepada kita. Meskipun toh demikian sulitnya, berbuat baik kepada ‘penjahat’ tetap merupakan sebuah keharusan([3]), apalagi kepada orang yang berbuat baik pada Q-ta.

N G A M B E K   ???     Jangan … !!!

Emosi dan dendam bukan merupakan sebuah solusi. Bagaimanapun selalu berbuat baik tetap merupakan sebuah keharusan, walaupun air susu terkadang dibalas dengan air tuba. Biarpun pengorbanan dan perjuangan yang telah dihaturkan mendapat raport merah dari otak dangkal anak manusia, perjuangan tidak boleh dihentikan begitu saja([4]) kecuali dalam kondisi-kondisi tertentu yang memaksa untuk berhijrah([5]). Kejahatan yang mereka lontarkan kepada kita itu semata-mata karena mereka belum memahami kehebatan dari Islam yang kita berikan kepada mereka, ‘walaupun madu yang kita berikan mereka anggap secangkir racun, yang andaikan mereka tahu kalau ternyata itu adalah secangkir madu yang manis, nikmat dan berkhasiat niscaya mereka menerimanya dengan suka cita dan tangan terbuka([6]).

Hanya ada salah satu dari dua kemungkinan untuk setiap pergerakan dalam tubuh manusia, jika tidak positif pasti negative([7]). Tidak ada satu hembusan nafaspun yang terlepas dari salah satu kedua nilai tersebut. Dari setiap gerak tubuh itu pula akan timbul pertanggung jawaban di hadapan Sang Pencipta([8]). Oleh karena itu, seorang mu’min sangat tidak layak jika memandang perilakunya dengan sebelah mata([9]). Sekecil apapun perbuatan yang dilakukan, haruslah ditopang dengan jawaban yang benar-benar akurat untuk pertanggung jawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala kelak di hari kebangkitan.

Hati manusia tak ubahnya setir sebuah kendaraan. Jika di belokkan ke arah kanan maka belok ke kanan dan jika di belokkan ke kiri maka belok ke kiri. Kendaraan akan berbelok jika setir bergerak. Pergerakan mobil dan setir tergantung, dari keahlian sopirnya. Sopir yang baik mampu menjalankan mobil dengan baik. Kualitas sopir pun sangat variatif. Jika hati bagaikan setir, maka iman adalah satu-satunya penggerak yang paling menentukan perjalanan kehidupan seseorang layaknya sopir sebuah kendaraan. Tubuh ini bagaikan mobil, hati bagaikan setir, dan penentu geraknya (baca: sopirnya) adalah keutuhan iman.. Sopir yang tidak ahli akan membahayakan penumpang dan mobilnya sendiri. Begitu juga iman yang rapuh mudah terombang-ambing hingga dapat membahayakan keselamatan anggota badan dari petaka dunia dan akhirat([10]).

Secanggih apapun ilmu pengetahuan, jika tidak dikontrol oleh iman, taqwa dan ketauhidan yang matang akan sia-sia belaka bahkan akan meyeret kepada mala petaka. Hati yang tidak dilindungi oleh iman akan tenggelam dalam kekufuran. Akibatnya, tidak ada satupun amal baik yang diterima, yang ada hanyalah dosa. Oleh karena itu iman harus selalu dibimbing agar menjadi kuat dan dewasa. Hati yang dijernihkan oleh kekuatan iman dapat mewujudkan amalul jawarih yang sempurna pula. Sebagaimana tanah subur yang mampu menumbuhkan pepohonan rindang dan banyak buahnya, sehingga tatkala hujan al-waridat([11]) dari Allah dapat mewujudkan sosok muslim yang sempurna([12]).

Betapa petingnya kekuatan iman dalam memberi kontrol seorang muslim sejati sehingga mampu menjadikannya berlomba-lomba untuk menjadi khoirunnas fi zamanihi (manusia terbaik pada masanya).

Canggihnya IPTEK jika tidak di dasari IMTAQ akan dapat menghanguskan alam semesta. Iman mampu mewujudkan kedamaian abadi tanpa batas, dan negeri indah bersahabat itupun hanya bisa terwujud dengan iman ash-shadiqah yang tak bercampur dengan kemunafikan.

Jika mampu mewujudkan iman ash-shadiqah ke dalam hati setiap makhluk yang bernafas, maka kehidupan bumi akan menjadi damai dan kesejukannya bagaikan di surga. Oleh karena itu tidak sebentar rasulullah mengajarkan AAI (Ayat-ayat iman) di Makkah. AAI menjelaskan banyak hal tentang kebesaran Allah, hari kebangkitan, mizan, shirath, surga, neraka, anugerah dan lain sebagainya. AAI ini sering dikenal dengan nama surat al-Makkiyyah.

Selama kurang lebih 10 tahun Rasul dan para sahabat hidup dalam tekanan kafir Quraisy. Ludah, caci maki dan penganiayaan yang dilontarkan oleh mereka tidak membuat Rasul dan sahabatnya keluar dari dinul haqq (islam). Iman yang diajarkan oleh Rasul benar-benar berakar dan berbuah di hati mereka, sehingga sekecil apapun perilaku rasul, mereka tiru dan menjadikannya sebagai prinsip hidup. Keutuhan dan kualitas yang handal telah mereka miliki sehingga mampu mengantarkan mereka kepada zaman keemasan islam dan menjunjung mereka kepada singgasana bahagia dunia dan akhirat. Ini sebagai bukti pentingnya kontrol iman dalam membimbing kehidupan sehari-hari.

G R A V I T A S I   I S L A M

Gravitasi bumi sangat berpengaruh pada berat dan bobot sebuah benda. Batu dan besi jika dijatuhkan dari atas lebih cepat sampai ke bumi dari pada sehelai kertas. Batu dan besi takkan pernah tergeser walau tertiup angin, akan tetapi sehelai kertas akan mudah berpindah tempat cukup dengan sekali tiup saja. Hal ini menyimpan sebuah makna bahwa kekuatan iman mampu menjadikan tsabatnya islam dalam dada. Akan tetapi islam juga memiliki gravitasi yang sangat kuat kepada hati yang masih lemah apalagi hati yang telah mengenal berbagai sudut kesempurnaan ajarannya. Jangankan harta, nyawapun akan dipersembahkan dengan suka rela karena tidak mampu melepas makna kebesaran gravitasi Islam dalam batin yang lebih luas dari galaksi. Keluasan makna yang tidak ada cela sama sekali dalam diri Islam, mampu membuat semua hati yang menatapnya terjerat oleh cinta yang abadi walaupun tanpa promosi. Siapapun yang menghadap kepadanya dengan hati tulus dan ikhlas untuk memahaminya pasti akan terjerat oleh keelokannya. Sayang sekali semua rumus di atas telah dipahami oleh musuh-musuh Islam, sehingga mereka menciptakan produk yang mampu memalingkan seseorang dari keindahan makna islam. Menu yang ditayangkan oleh media mereka dipenuhi dengan cahaya semu, janji-janji palsu agar semua manusia enggan bercumbu dengan al-Qur’an dan al-Hadits sehingga mereka tidak memiliki pegangan lagi untuk menjadikannya sebagai petunjuk_jalan hidup mereka. Sedikit demi sedikit mereka melepaskan tali Islam dari benak penduduk bumi([13]). Kalau dibiarkan begitu saja mungkin usia bumi tidak lama lagi. Musik juga merupakan produk handal yang mampu menyeret pendengar pada kesedihan yang sebenarnya, dia juga tidak pernah merasakan kepedihan itu atau sengaja syair-syairnya dipoles untuk menambahkan kepedihan, agar semakin menusuk dalam dada, sehingga orang-orang yang mendengarnya tenggelam dalam kepedihan dan keputus asaan yang akibatnya tidak sedikit nafas terbuang sia-sia, tanpa ada nilai ibadah. Media-media ini dapat memalingkan seseorang dari gravitasi islam. Ketika sudah sibuk dengan media ini maka tidak akan sempat lagi untuk mendalami islam dengan lebih dekat. Siapa yang berpegang teguh pada islam, kalau muslimnya sendiri enggan mendalaminya ? toh padahal masih banyak cahaya islam yang belum terselami arti dan maknanya[14]). Hilangnya gravitasi islam akan menimbulkan kiamat kubro yang tak terelakkan.

Semakin maraknya media massa baik cetak maupun elektronik yang menayangkan beberapa suguhan yang “bernuansa islami” merupakan respon positif dari keingintahuan publik tentang islam yang semakin tinggi. Namun karena konsumen/pemirsanya kebanyakan belum faham betul dengan makna dan arti  islam yang sesungguhnya, mereka akan dengan mudah terjerumus dalam kesesatan. Sebab perlu kalian ketahui bahwa musuh-musuh islam takkan tinggal diam dan berpangku tangan dengan perkembangan yang semacam ini. Bahkan semakin merambahnya media massa masuk ke penjuru dunia ini akan dengan mudah  mereka manfaatkan untuk menyusupkan paham-paham yang menyimpang dari islam yang sesungguhnya.

Perhatikanlah anak-anak muda sekarang, mereka dengan mudahnya dan tanpa canggung-canggung meniru cara dan gaya hidup artis-artis pujaan mereka daripada harus meniru dan meneladani para ulama’ dan para kiyai. Oleh karena itu, ketahuilah kawan…!!! Bahwa manhaj pendidikan salaf sebagaimana yang diterapkan oleh Madrasah Q-ta tercinta ini merupakan filter kalian. Jika kalian tidak ingin terjerumus dalam jebakan musuh-mush islam, maka jangan pernah terbersit keinginan untuk meninggalkannya.

Mengutip pesan dari salah seorang guru penulis, “Perang salib episode ke dua telah mereka lancarkan, maka bentengi diri kalian dengan pemahaman kutubussalaf, persenjatai dengan hujjah-hujjah syar’iyyah yang bersumber dari kitab dan sunnah”,

Mulai detik ini..!!! jangan nunggu sampai nanti atau bahkan terbitnya mentari esok hari, karena kesalahan yang seringkali Q-ta tekuni dan menjadi kebiasaan TERBURUK selama ini adalah ‘MENUNDA’ sesuatu yang seharusnya bisa terselesaikan hari ini dengan dalih ‘MASIH ADA ESOK NANTI’.

Jika benar demikian.. Bisakah Q-ta memastikan ‘ESOK MASIH MENYAPA’, jangan-jangan malam terlanjur berkata ‘SELAMAT JALAN KAWAN… ESOK Q-TA TAKKAN BERTEMAN’

Benar, hidup laksana buku tulis, ketika penuh lembaran-lembaran yang ada di muka masih ada lembar-lembar berikutnya. Ada yang tebal dan ada yang tipis.

Masalahnya adalah..

TAUKAH Q-TA, SETEBAL APA BUKU YANG AKAN Q-TA ISI DENGAN CORETAN-CORETAN KEBAIKAN ATAU KEBURUKAN Q-TA..???

INGAT..!!! di hati dan lidah kalian keselamatan umat Muhammad Shollalahu ‘Alaihi Wa Sallam dipertaruhkan…

.Salam,

 Wallohu a’lam Bisshowab,

Sarang, 11.00_15 Shofar ’34


([1])                   وخير الناس أنفعهم للناس (الدارقطنى فى الأفراد ، والخلعى عن جابر)

([2])       عن شداد بن أوس أن رسول الله صلى الله عليه و سلم : قال (إن الله عز وجل كتب الإحسان على كل شيء . فإذا قتلتم فأحسنوا القتلة . وإذا ذبحتم فأحسنوا الذبح . وليحد أحدكم شفرته وليرح ذبيحته ) (رواه ابن ماجه)

([3])   Perjuangan Muhammad dan para sahabat tidak pernah berhenti walaupun ditentang keras oleh orang-orang kafir Quraisy.

Nabi pernah bersabda:

 انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا أَنْصُرُهُ مَظْلُومًا فَكَيْفَ أَنْصُرُهُ إِذَا كَانَ ظَالِمًا قَالَ تَحْجُزُهُ تَمْنَعُهُ فَإِنَّ ذَلِكَ نَصْرُهُ

Allah befirman dalam surat An-Nahl : 125

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

([4])

÷ŽÉ9ô¹$$sù È/õ3çtÎ: y7În/u‘ Ÿwur `ä3s? É=Ïm$|Áx. ÏNqçtø:$# øŒÎ) 3“yŠ$tR uqèdur ×PqÝàõ3tB ÇÍÑÈ

“Maka Bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya).”

([5]) Allah berfirman dalam surat an Nisa, ayat 97:

“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?”. mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)”. para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?”. orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.”

 

Yang dimaksud dengan orang yang menganiaya diri sendiri di sini, ialah orang-orang muslimin Mekah yang tidak mau hijrah bersama Nabi sedangkan mereka sanggup. mereka ditindas dan dipaksa oleh orang-orang kafir ikut bersama mereka pergi ke perang Badar; akhirnya di antara mereka ada yang terbunuh dalam peperangan itu.

([6]) Rasul ketika pergi ke masjid diludahi seseorang hal itu dilakukan olehya karena ia tidak mengetahui hakikat Muhammad dan ajaranya. Ketika ia sakit Muhammad pun menjenguknya barulah ia tahu keindahan Muhammad dan ajaranya yang menggandengnya untuk masuk Islam dan membuang jauh-jah kebencian dihatinya.

 

([7])   إن الحلال بين وإن الحرام بين وبينهما أمور مشتبهات لا يعلمهن كثير من الناس فمن اتقى الشبهات فقد استبرأ لدينه وعرضه ومن وقع في الشبهات وقع في الحرام

([8]) Allah berfirman dalam surat Yasin, ayat 65:

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.

 

([9]) Allah berfirman dalam surat az Zalzalah , ayat 7-8:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8)

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”

 

([10]) Oleh karena itu demi menyelamatkan semua penduduk jawa dari kekufuran, sunan Kalijaga membuat pagelaran wayang dengan password jimat kalimasada (syahadatain) jika ingin menonton pagelaran wayangnya sunan kalijaga agar mereka masuk islam sehingga tanah jawa menjadi darul Islam.

([11]) Al waridat: dorongan atau bisikan dari para malaikat yang diutus Allah ke dalam hati seorang mu’min untuk beramal dan beribadah. Ini dapat juga diperoleh dengan ilmu dan dzikir. Al-waridat ini untuk menolong hamba-hamba Allah dari bisikan iblis sebagai perlawanan antara sisi terang dan sisi gelap di dalam hati.

([12])

وإن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله وإذا فسدت فسد الجسد كله ألا وهي القلب

“Sesungguhnya di dalam diri terdapat sekerat daging. Apabila ia baik, maka baiklah seluruh tubuh dan apabila ia buruk maka buruklah seluruh tubuh”.

([13])

“لتنتقض عرى الإسلام عروة عروة فكلما انتقضت عروة تشبثت بالتي تليها, وأول نقضها الحكم وآخرها الصلاة” (رواه ابن حبان)

“Sesungguhnya tali-tali islam terurai seutas demi seutas. Setiap kali tali terurai manusia bergelayut pada tali yang berikutya. Tali islam yang pertama kali terurai ialah hukum dan yang terakhir adalah sholat”.

 

([14]) Allah berfirman dalam surat al-Kahfi ayat 109:

قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا

“Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s