Bulan: Desember 2012

Jual Beli via Internet


jual belil via internetUmumnya transaksi dilakukan dengan hadirnya dua orang yang mengadakan transaksi dan adanya kerelaan kedua belah pihak yang dibuktikan dengan ijab dari penjual dan qobul dari pembeli. Seiring perkembangan teknologi, terdapat beberapa alat yang bisa digunakan dari jarak jauh. Ada yang dengan suara melalui telepon atau dengan mengirimkan salinan surat perjanjian via faks atau dengan tulisan via internet. Apakah transaksi sah meski dua orang yang bertransaksi tidak berada dalam satu tempat? Apakah komunikasi yang dilakukan melalui piranti di atas sudah dinilai cukup?

Analog dengan Kasus di Masa Silam

Transaksi via tulisan (baca: faks atau internet) bisa dianalogkan dengan transaksi dengan tulisan yang ditujukan kepada orang yang tidak berada di majelis transaksi. Kasus semacam ini dibolehkan oleh mayoritas ulama karena adanya saling rela, meski kerelaan pihak kedua tidak langsung terwujud. Hal ini tidaklah masalah asalkan ada qobul (penyataan menerima dari pihak kedua) pada saat surat sampai kepada pihak kedua. Inilah pendapat mayoritas ulama. Tapi ada sebagian ulama Syafi’iyyah yang tidak membolehkannya.

Sedangkan transaksi via suara (baca: telepon) bisa dianalogkan dengan transaksi dengan cara saling berteriak dari jarak yang berjauhan. An Nawawi dalam al Majmu’ 9/181 mengatakan, (lebih…)

Iklan

SEJARAH SINGKAT ILMU BALAGHOH


cropped-perjalanan.jpgSecara historis ilmu balaghoh muncul belakangan setelah benih-benih ilmu ini tumbuh dengan berbagai istilahnya sendiri. Bahkan sebelum ilmu-ilmu tersebut dikenal, esensinya telah mendarah daging dalam praktek berbahasa orang-orang Arab dahulu.

Orang-orang Arab Jahiliyyah pra turunnya Alqur’an telah dikenal sebagai ahli sastra yang kompeten. Mereka mampu mengubah keadaan alam atau suasana hati mereka menjadi lirik-lirik atau bait-bait syair yang mempesona yang sekaligus menunjukkan kesadaran dan keahlian mereka dalam bidang sastra yang bernilai tinggi. Misalnya saja, Imri’il Qays, salah seorang pujangga Arab Jahiliyyah. Ia mampu menggambarkan hal-hal yang bersifat abstrak menjadi konkrit, hingga seakan-akan (lebih…)

MUQODDIMAH


 Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh,

250px-medine.jpg

Shobat…

Sebagai mahluk yang serba kurang, sepantasnyalah jika senantiasa meluapkan panjatan puji dan syukur yang tiada terhingga pada Yang Maha Sempurna, Allah Subhanahu Wa ta’ala. Dialah yang telah menganugerahkan sebagian dari bias-bias kesempurnaan_Nya melalui makhluk teragung, paling sempurna diantara yang pernah tercipta. Dialah Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam sang perombak peradaban dunia dengan aturan-aturan serta kajian-kajian yang takkan pernah terbantahkan sampai kapanpun juga. Suatu aturan serta kajian yang bernuansakan wahyu ilahiyyah.

Semoga sholawat serta salam senantiasa terlimpahkan atas Beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan keluarga serta Sahabat-sahabatnya Radliyallahu Anhum Ajma’ien, Amien.

Shobat…

Setiap orang diciptakan dalam keadaan bebas_merdeka, terlepas dari segala tuntutan dan tekanan_pressure  dari pihak manapun. Mereka sendirilah yang seringkali menjadikan diri meraka diperbudak oleh pihak lain (dunia_segala sesuatu selain Allah). Entah apa yang melatar belakangi hal ini, mereka dengan senang hati dan bangga diri menobatkan diri sebagai budak dunia yang dengan begitu mudahnya diombang-ambingkan kesana kemari.

Mungkin, kalau saya boleh bilang..  penyebab dari semua itu adalah kosongnya hati serta pikiran meraka dari pengetahuan tentang agama_islam yang dengannya seseorang akan memiliki bobot yang tinggi sehingga takkan mudah tergoyahkan oleh terpaan taufan dunia.

Dengan tertanamnya nilai-nilai agama di dalam hati yang senantiasa dipupuk dengan kajian-kajian ilmiyyah melalui jalur-jalur diskusi, musyawarah, pengajian ta’lim dan sebagainya, maka akan terwujudlah pribadi yang tangguh, tahan banting dan siap untuk mengemban amanah dan tanggung jawab penciptaan yang utama, yaitu menjadi khalifatullah fil_ardl (para pengemban amanat Allah dalam mengatur dunia).

Oleh sebab itulah dalam Blog ini saya ingin sedikit berbagi pengetahuan serta pengalaman demi tegaknya agam Allah di muka bumi ini, sebagai bentuk tanggung jawab moral ats sabda Rasulullah Shallallahu Alihi Wa Sallam :

بَـلّغُـوْا عَـنِّـي وَلَـوْ آيَـةً . . . .

“sampaikanlah oleh kalian apa-apa yang datang dariku meski hanya satu ayat… “

Juga termotivasi oleh sabda Beliau yng lain :

مَـنْ دَعَـا إِلَى هُــدًى كَانَ لـَهُ مِـنَ الأَجْـرِ مـِثْـلُ أُجُـورِ مَـنْ تَبِـعَـهُ لا يَنْـقُـصُ ذَلـِكَ مِـنْ أُجُـورِهِـمْ شَـيْـئًا

“siapa saja yang mengajak kepada petunjuk (agama Allah) maka baginya bagian pahala sebagaimana pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa berkurang sediktpun”.

Wallaahu Yuwaffiqunaa ilaa Sawaa’is Sabiel, Amien.

EKSISTENSI KUTUBUS_SALAF


Oleh : KH. Abdulloh Hasyim, S.Pd.I

Pengertian “Kutubus Salaf”

alfy

Kata “Kutub” merupakan bentuk plural dari kata “Kitab” yang berarti kumpulan . Dalam Surat Al-Baqoroh ayat 2, Allah SWT berfirman :

ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ  (البقرة : 2)

Artinya : “Kitab Al-Qur’an ini tidak ada keraguan padanya, menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa” QS. Al-Baqoroh :2.

Allah menamakan Al-Qur’an dengan Al-Kitab yang berarti kumpulan tulisan. Dalam metodologi penyusunan kajian hukum, secara terminologi berarti  : kajian jenis-jenis hukum yang mencakup bab, fasal, far’i, dan beberapa masalah.

Definisi ini sangatlah sesuai dengan redaksi penyusunan kitab turots. Pada umumnya, fase-fase diatas dilakukan untuk menjaga kajian-kajian materi menjadi komperehensif dan akurat.

As-Salaf, sebuah makna yang relatif dalam arti akan menemukan pemaknaan setiap perubahan waktu, seperti halnya kata “قَبْلُ” pada setiap masa akan dikatakan Salaf (سلف) jika dinisbatkan pada masa yang akan datang,  dan dikatakan kholaf (خلف ) jika dinisbatkan pada masa yang telah lewat.

Dalam istilah, kalimat salaf  diartikan sebagai masa keemasan umat Nabi Muhammad pada tiga kurun pertama. Abdulloh bin Mas’ud meriwayatkan:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ، رواه البخاري (صحيح  البخاري – 9 / 133)

Perlu diketahui penafsiran tiga kurun sendiri masih dalam ranah polemik, sehingga kita tidak bisa memaparkan pengertian kitab salaf sebelum mengkaji salaf itu sendiri.

Dr. M. Sa’id Romdhon Al-Buthi dalam kitabnya “As-Salafiyyah” menjelaskan bahwa :  Tiga periode yang dimaksud adalah :

(lebih…)

AT TAMHID


والّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا , وَإِنَّ اللَه لَمَعَ المُحْسِنِيْنَ     العنكبوت : 69

“dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (mencari keridho’an) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami, dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”.

مُرُوْا بِالْمَعْرُوْفِ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوْا وَانْهَوْا عَنِ الْمُنكَرِ وَإِنْ لَمْ تَجْتَنِبُوْا كُلَّهُ  رواه الطبراني

“perintahkanlah olehmu kebaikan meskipun kamu tidak melakukannya, dan cegahkah olehmu kemungkaran meskipun kamu belum bisa menjauhi semuanya”.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله تَعَالَى عَنْهُ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ  وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَافْعَلُوْا مِنْهُ مَااسْتَطَعْتُمْ , فَإِنَّماَ أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلَافُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ

“dari Abu Huroiroh RA, beliau mendengar Rosululloh SAW bersabda : Apa-apa yang telah Aku larang buat kalian maka jauhilah, dan apa-apa yang telah Aku perintahkan kepada kalian maka kerjakanlah semampu kalian. Sesungguhnya kehancuran umat-umat terdahulu adalah karena terlalu banyak pertanyaan (masalah) dan pembangkangan mereka terhadap Nabi-nabi mereka”.

Pekerti buruk...  meskipun merupakan salah satu sifat bawaan (tabiat) manusia, namun ia dapat berusaha terbiasa melakukan hal-hal yang baik, sehingga nanti kebaikan itu menjadi karakter dalam kehidupannya”.

عَنِ الُّنوَاس بِن سَمْعَانَ رَضِيَ الله عَنْهُ عَنْ رَسُوْلِ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : الِبرُّ حُسْنُ الخُلُقِ وَالإِثْمُ مَا حَاكَ فِي نَفْسِكَ

وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ

“Dari Nuwas bin Sam’an RA dari Rosululloh SAW, Beliau bersabda : Kebaikan itu terletak pada pekerti yang baik, dan dosa ialah segala hal yang bergejolak dalam hatimu dan kamu tidak senang jikalau hal itu diketahui orang lain”.